Panduan Filler Words & Kata Penghubung dalam Bahasa Inggris

Kamu sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun. Kamu paham aturan gramatikanya. Kosakata juga sudah banyak. Tapi setiap kali berbicara, ada sesuatu yang terasa... kurang pas. Kamu terdengar seperti buku teks — bukan orang sungguhan yang sedang bercakap-cakap.
Yang kurang apa? Filler words bahasa Inggris dan kata penghubung percakapan — kata-kata dan frasa kecil seperti well, you know, I mean, dan actually yang terus-menerus digunakan penutur asli bahasa Inggris tanpa mereka sadari.
Ringkasan Singkat: Filler words bahasa Inggris (seperti well, you know, so, dan actually) bukan kesalahan — justru itulah perekat yang membuat percakapan bahasa Inggris terdengar natural. Panduan ini membahas 10 filler words paling umum dalam bahasa Inggris, 30+ kata penghubung percakapan yang dikelompokkan berdasarkan fungsi, dan contoh dialog berdampingan yang menunjukkan perbedaan antara bahasa Inggris yang kaku dan yang natural.
Mengapa Filler Words Adalah Senjata Rahasia untuk Percakapan Bahasa Inggris yang Natural
Ini fakta yang tidak pernah diajarkan buku pelajaran bahasa Inggris: penutur asli menggunakan filler words sekitar 6–8 kali per menit dalam percakapan santai. Itu bukan cara bicara yang asal-asalan — itulah cara orang benar-benar berbicara.
Ahli bahasa menyebutnya "discourse markers" — kata-kata kecil yang memiliki fungsi praktis dalam percakapan di luar makna literalnya. Bagi yang belajar bahasa Inggris, memahami kata-kata ini adalah pembeda antara terdengar seperti robot dan terdengar seperti orang sungguhan.
Filler words dalam bahasa Inggris punya tiga fungsi penting:
- Membeli waktu — Memberi otakmu waktu sejenak untuk berpikir dan menemukan kata berikutnya (um, well, let me think...)
- Melembutkan ucapan — Membuat pernyataan langsung terasa tidak terlalu blak-blakan (I think, kind of, honestly)
- Menjaga keterlibatan pendengar — Menandakan kamu masih berbicara atau mengecek apakah lawan bicara mengikuti (you know?, right?, does that make sense?)
Kalau kamu melewatkan kata-kata ini sepenuhnya, bahasa Inggrismu terdengar benar secara tata bahasa tapi canggung secara sosial. Belajar berbicara bahasa Inggris dengan lancar dan percaya diri berarti menguasai bukan hanya apa yang kamu katakan, tapi juga filler words kecil yang menyatukan semuanya.
10 Filler Words Bahasa Inggris Paling Penting (Dengan Contoh)
Ini adalah filler words paling umum yang akan kamu dengar di hampir setiap percakapan bahasa Inggris. Kuasai ini dulu — dijamin speaking-mu langsung terdengar lebih natural.
Well
Fungsinya: Menunjukkan kamu sedang berpikir atau akan mengatakan sesuatu yang bernuansa.
- "Well, I wouldn't say it's the best restaurant, but the pasta is great."
- "Well... I guess we could try that approach."
Gunakan well saat seseorang mengajukan pertanyaan dan jawabanmu tidak sederhana. Ini menandakan "biarkan aku berpikir sebentar."
Um, Uh, Er
Fungsinya: Kata pengisi jeda universal — sepenuhnya normal di setiap bahasa.
- "The meeting is at, um, three o'clock? No, wait — two."
- "I was thinking we could, uh, go to that new place downtown."
Penutur bahasa Inggris Amerika cenderung menggunakan um dan uh. Penutur bahasa Inggris Britania lebih sering pakai er dan erm. Keduanya tidak salah — dan berusaha menghilangkan filler words ini sepenuhnya justru membuatmu terdengar kurang manusiawi, bukan lebih rapi.
Like
Fungsinya: Mengisi jeda, menandakan perkiraan, atau melembutkan apa yang akan kamu katakan.
- "She has like ten cats. It's wild." (perkiraan — mungkin tidak tepat sepuluh)
- "I was like, really surprised when he said that." (penekanan)
Perlu diingat: like adalah filler word yang paling sering dipakai berlebihan dalam bahasa Inggris. Satu atau dua per kalimat tidak masalah. Tapi mengucapkan like setiap tiga kata bisa melemahkan apa yang ingin kamu sampaikan, terutama di lingkungan profesional.
You know
Fungsinya: Menciptakan koneksi dengan pendengar, mengecek apakah mereka mengikuti apa yang kamu katakan.
- "It was one of those days, you know? Everything just went wrong."
- "We went to that café — you know, the one near the park."
You know adalah salah satu filler words bahasa Inggris paling serbaguna karena langsung menarik pendengar ke dalam percakapan. Pada dasarnya, ungkapan ini berarti "aku yakin kamu paham maksudku."
I mean
Fungsinya: Mengklarifikasi atau mengoreksi apa yang baru saja kamu katakan, atau menekankan apa yang benar-benar kamu maksud.
- "The movie was fine. I mean, it wasn't amazing, but I enjoyed it."
- "I want to go — I mean, if that's okay with everyone."
I mean adalah alat koreksi diri yang sempurna. Kalau kamu salah ucap, cukup lanjutkan dengan I mean dan kata yang benar. Penutur asli melakukan ini sepanjang waktu.
Actually / Basically / Honestly
Tiga filler words berupa adverbia yang umum ini masing-masing menambahkan nuansa berbeda:
- Actually — memperkenalkan koreksi atau kejutan: "Actually, the meeting was moved to Friday."
- Basically — merangkum atau menyederhanakan: "Basically, we need to start over from the beginning."
- Honestly — menambahkan ketulusan dan penekanan: "Honestly, I have no idea what happened."
Kata-kata ini begitu sering digunakan dalam percakapan bahasa Inggris sehari hari sehingga melewatkannya justru membuatmu terdengar terlalu formal. Kamu tidak perlu mengucapkannya di setiap kalimat, tapi menambahkannya secara natural ke ucapanmu adalah langkah besar menuju kelancaran.
So / Right / Okay
Ini adalah filler words transisi — kata-kata yang digunakan untuk menandakan perpindahan dalam percakapan:
- So — memperkenalkan topik baru atau rangkuman: "So, what are we doing this weekend?"
- Right — meminta persetujuan: "We need to leave by six, right?"
- Okay — menandakan kamu siap melanjutkan: "Okay, let's talk about the next item."
Kamu akan sering mendengar penutur asli mengucapkan so di awal hampir setiap topik percakapan baru dalam bahasa Inggris. Ini adalah salah satu filler words paling berguna untuk diadopsi sejak awal.

Kata Penghubung Percakapan Bahasa Inggris Berdasarkan Fungsi
Filler words menangani jeda. Kata penghubung percakapan menangani arah. Kata-kata ini memberi tahu pendengar apa yang akan kamu lakukan — setuju, tidak setuju, ganti topik, atau mengekspresikan keterkejutan.
Anggap kata penghubung sebagai lampu sein untuk percakapan bahasa Inggrismu. Jika kamu ingin menjelajahi lebih banyak skenario speaking, lihat daftar topik latihan percakapan bahasa Inggris kami untuk setiap level.
Menyetujui Pendapat Seseorang
| Frasa | Cara penyampaiannya |
|---|---|
| Exactly. | Persetujuan yang kuat dan percaya diri |
| That's a good point. | Penuh pertimbangan — menunjukkan kamu menyimak |
| I totally agree. | Antusias |
| Yeah, for sure. | Santai dan ramah |
| You're absolutely right. | Tegas, sedikit formal |
Contoh: "I think the bus is faster than driving." → "Yeah, for sure. Especially during rush hour."
Tidak Setuju dengan Sopan
Di sinilah banyak pelajar bahasa Inggris kesulitan. Ketidaksetujuan langsung ("No, you're wrong") terdengar agresif. Ungkapan bahasa Inggris berikut melembutkan apa yang kamu katakan:
| Frasa | Cara penyampaiannya |
|---|---|
| I see what you mean, but... | Sopan — mengakui poin mereka |
| I'm not sure about that. | Lembut, tidak konfrontatif |
| That's true, but... | Setuju sebagian sebelum menyampaikan poin utamamu |
| Hmm, I actually think... | Santai dan penuh pertimbangan |
| I get that, however... | Sedikit lebih formal |
Contoh: "This is the best restaurant in town." → "Hmm, I see what you mean, but I actually think the Italian place is better."

Membeli Waktu untuk Berpikir
Frasa-frasa ini sangat membantu saat kamu butuh waktu sejenak — terutama saat berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua:
- "That's a good question..."
- "Let me think about that for a second..."
- "How should I put this..."
- "Hmm, let me see..."
- "What's the word... oh right..."
Jangan panik saat pikiranmu tiba-tiba kosong. Sebuah "Hmm, let me think..." yang natural terdengar jauh lebih percaya diri daripada keheningan canggung yang diikuti jawaban terburu-buru.
Mengalihkan Topik Pembicaraan
- "Anyway, I wanted to ask you something..."
- "Speaking of which..."
- "By the way..."
- "Oh, that reminds me..."
- "So, on a different note..."
Anyway sangat berguna untuk keluar dari topik yang sudah habis pembahasannya dengan elegan — atau menghindari momen yang canggung.
Mengekspresikan Keterkejutan atau Ketertarikan
Kata-kata dan ungkapan umum ini menunjukkan kepada lawan bicaramu bahwa kamu terlibat (ahli bahasa menyebutnya "backchanneling"):
- "Really?"
- "No way!"
- "Seriously?"
- "Wow, that's so interesting."
- "Oh, I had no idea!"
- "Wait, what?"
Menyisipkan satu saja "Really?" atau "No way!" ke dalam percakapan menunjukkan bahwa kamu menyimak. Diam saja sering disalahartikan sebagai ketidaktertarikan — terutama dalam budaya berbahasa Inggris.
Melembutkan Pernyataanmu
Penutur bahasa Inggris sering melembutkan ucapan mereka agar terdengar tidak terlalu blak-blakan atau lebih sopan:
- "It's kind of expensive." (lebih halus dari "It's expensive.")
- "I sort of understand what you mean." (lebih halus dari "I don't fully understand.")
- "Maybe we could try a different approach?" (lebih halus dari "Change the approach.")
- "I think it might rain." (lebih halus dari "It will rain.")
- "I guess that works." (lebih halus dari "Fine.")
Ingin memperluas kosakatamu untuk ekspresi yang lebih bernuansa? Panduan kami tentang kata-kata bahasa Inggris kompleks agar terdengar lebih fasih membahas frasa yang menambah kedalaman dan ketepatan pada ucapanmu.

Kaku vs. Natural: Rasakan Perbedaannya
Cara terbaik untuk memahami mengapa filler words dan kata penghubung bahasa Inggris itu penting adalah dengan melihat percakapan yang sama ditulis dalam dua versi.
Dialog 1: Membuat rencana akhir pekan
❌ Kaku (tanpa filler words atau kata penghubung):
A: Kamu mau melakukan apa akhir pekan ini? B: Aku mau pergi ke pantai. A: Cuacanya akan buruk. B: Kalau begitu kita bisa pergi ke bioskop. A: Itu bisa diterima.
✅ Natural (dengan filler words dan kata penghubung yang umum):
A: So, kamu mau ngapain akhir pekan ini? B: Hmm, aku mikir mungkin kita bisa ke pantai? A: Yeah, kedengarannya asyik, tapi actually, aku dengar cuacanya bakal agak jelek. B: Oh, really? Well, kalau gitu, kita bisa nonton film atau apa gitu. A: Yeah, for sure. Boleh banget tuh.
Informasi yang sama — nuansa yang benar-benar berbeda. Versi natural menggunakan so, hmm, maybe, actually, kind of, oh really, well, or something, dan yeah for sure. Itu sembilan filler words dan kata penghubung, dan tidak ada satupun yang terasa dipaksakan.
Dialog 2: Membicarakan rekan kerja
❌ Kaku:
A: Apakah kamu suka manajer baru itu? B: Dia kompeten tapi ketat. A: Aku tidak setuju. Dia baik. B: Mungkin kamu benar.
✅ Natural:
A: So, menurutmu gimana manajer baru itu? B: I mean, dia jelas tahu apa yang dia lakukan. Cuma, you know, kadang agak intens. A: Hmm, I actually think dia cukup baik kalau sudah kenal lebih dekat. B: Yeah, you might be right. I guess aku cuma butuh waktu lebih.
Versi natural mengalir karena mencerminkan cara orang benar-benar berbicara bahasa Inggris dalam percakapan sehari hari. Setiap filler word dan kata penghubung yang digunakan di sini punya perannya masing-masing.
Kapan Filler Words Membantu vs. Kapan Merugikan
Filler words bahasa Inggris tidak selalu cocok digunakan. Berikut kapan mengucapkannya — dan kapan menahan diri:
Gunakan filler words dengan bebas saat:
- Percakapan santai dengan teman
- Obrolan ringan sehari-hari
- Latihan percakapan dengan tutor AI
- Situasi sosial
Gunakan filler words secukupnya saat:
- Wawancara kerja (sedikit well dan actually tidak masalah — terlalu banyak um menunjukkan kegugupan)
- Presentasi di tempat kerja
- Tes speaking TOEFL atau IELTS (beberapa filler words menunjukkan kesan natural, tapi terlalu banyak menunjukkan keraguan)
- Rapat bisnis formal
Aturan emasnya: Filler words seharusnya terasa tidak terlihat — seperti musik latar. Kalau seseorang menyadari berapa kali kamu mengucapkan like atau um, kemungkinan besar kamu sudah menggunakannya berlebihan.

Cara Berlatih Menggunakan Filler Words Bahasa Inggris Secara Natural
Kamu tidak bisa belajar filler words dari daftar saja. Kata-kata ini harus menjadi bagian dari naluri bicaramu — sesuatu yang kamu ucapkan secara otomatis, bukan sesuatu yang harus kamu pikirkan dulu.
Langkah 1: Dengarkan dan identifikasi. Tonton video YouTube bahasa Inggris, podcast, atau serial TV. Hitung berapa banyak filler words yang digunakan pembicara dalam 60 detik. Kamu akan kaget betapa seringnya kata-kata ini muncul.
Langkah 2: Pilih 2–3 filler words untuk difokuskan setiap minggu. Jangan coba gunakan semua kata sekaligus. Mulai dengan well, you know, dan so — ketiganya paling serbaguna dan paling sulit untuk dipakai berlebihan.
Langkah 3: Latihan dalam percakapan suara nyata. Membaca tentang filler words tidak sama dengan mengucapkannya secara natural dalam percakapan. Ritme, waktu, dan intonasi hanya berkembang melalui speaking sesungguhnya. Di sinilah latihan speaking bahasa Inggris setiap hari benar-benar membuat perbedaan.
Dengan , kamu bisa melakukan percakapan suara secara real-time dengan tutor AI yang menggunakan filler words dan kata penghubung bahasa Inggris secara natural dalam ucapan mereka. Saat kamu mendengar Sarah berkata "Well, that's a really interesting point" atau Marcus merespons dengan "Hmm, I'm not sure about that, actually" — kamu sedang menyerap ritme alami percakapan bahasa Inggris. Seiring waktu, pola-pola ini menjadi bagian dari gaya bicaramu sendiri.
Langkah 4: Rekam dirimu dan dengarkan kembali. Rekam monolog 2 menit tentang harimu. Putar ulang dan tanyakan: apakah ini terdengar seperti buku teks, atau seperti orang yang sedang berbicara? Saat kamu berlatih speaking bahasa Inggris sendirian, tambahkan filler words dan kata penghubung secara bertahap — kamu akan mendengar perubahanmu dalam hitungan hari dan minggu.
Langkah 5: Perluas perangkat percakapanmu. Setelah filler words terasa natural, mulai tambahkan kata penghubung percakapan. Gunakan frasa persetujuan, pengalih topik, dan pelembut di berbagai skenario. Coba gunakan dalam berbagai topik percakapan bahasa Inggris dan bangun kosakatamu melalui percakapan nyata dengan menyerap ungkapan baru dari setiap sesi latihan. Jika kamu mencari cara yang lebih terstruktur untuk meningkatkan speaking bahasa Inggrismu secara mandiri, menggabungkan latihan filler words dengan sesi percakapan rutin adalah salah satu jalur tercepat menuju kemampuan bicara yang natural.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah filler words itu buruk dalam bahasa Inggris?
Sama sekali tidak. Filler words adalah bagian alami dan penting dari bahasa lisan. Kata-kata ini memiliki fungsi nyata — membeli waktu untuk berpikir, melembutkan ucapan, dan menunjukkan keterlibatan dengan lawan bicara. Filler words baru menjadi masalah kalau kamu menggunakan satu kata tertentu secara berlebihan (seperti mengucapkan like setiap beberapa kata) sampai mengganggu apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan. Digunakan secukupnya, filler words justru membuatmu terdengar lebih fasih.
Berapa banyak filler words yang digunakan penutur asli bahasa Inggris?
Penelitian tentang bahasa Inggris lisan menunjukkan bahwa penutur asli menggunakan filler words dan penanda jeda sekitar 6–8 kali per menit selama percakapan santai. Dalam situasi yang lebih formal seperti presentasi atau wawancara kerja, frekuensinya menurun — tapi filler words tidak pernah hilang sepenuhnya. Bahkan pembicara publik profesional pun sering menggunakan well, so, dan you know saat berbicara.
Apa perbedaan filler words dan kata penghubung percakapan?
Filler words mengisi jeda — memberimu waktu sejenak untuk memikirkan apa yang akan dikatakan selanjutnya (um, uh, like, well). Kata penghubung percakapan memiliki fungsi spesifik: membantu kamu menyetujui (exactly), tidak setuju dengan sopan (I see what you mean, but...), mengganti topik (by the way), atau melembutkan pernyataan (kind of, I think). Dalam percakapan bahasa Inggris yang natural, orang menggunakan keduanya secara bersamaan. Anggap filler words sebagai jeda dalam musik dan kata penghubung sebagai transisi antar bagian.
Bagaimana cara berlatih menggunakan filler words tanpa berlebihan?
Fokus pada 2–3 filler words sekaligus dan latihlah dalam percakapan suara nyata — latihan membaca saja tidak akan membentuk kebiasaan. Alat speaking AI seperti memungkinkanmu mendengar bagaimana filler words bahasa Inggris yang umum digunakan secara natural oleh tutor AI, dan kamu bisa berlatih memasukkannya ke dalam ucapanmu sendiri. Rekam dirimu secara rutin dan dengarkan keseimbangannya: filler words-mu seharusnya menyatu secara natural, bukan menonjol atau mengganggu.