Latihan TOEFL Speaking: Panduan 2026 & Contoh Soal | Practice Me

Mencari latihan TOEFL speaking yang efektif dan sesuai dengan format tes TOEFL 2026 terbaru? Bagian speaking TOEFL iBT mengalami perubahan total pada 21 Januari 2026 — dan sebagian besar materi belajar TOEFL serta latihan soal daring belum menyesuaikan.
Format baru menghapus struktur 4 pertanyaan lama (dengan bacaan dan klip ceramah) dan menggantinya dengan 11 pertanyaan dalam dua jenis tugas: Listen and Repeat dan Take an Interview. Durasi bagian ini sekitar 8 menit, bukan 17, dan tidak ada waktu persiapan di antara pertanyaan.
Panduan latihan TOEFL speaking gratis ini mencakup format persis ujian, contoh soal TOEFL beserta jawaban model, sistem penilaian baru, dan strategi untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris agar tes terasa alami pada hari ujian.
Ringkasan Singkat: Bagian speaking TOEFL iBT 2026 memiliki 11 pertanyaan dalam dua bagian — 7 soal listen-and-repeat yang menguji pengucapan bahasa Inggris dan 4 pertanyaan interview yang menguji kemampuan berbicara spontan. Total waktu sekitar 8 menit tanpa waktu persiapan. Skor menggunakan skala band 1–6 baru yang diselaraskan dengan CEFR. Perubahan terbesar: tes ini sekarang menghargai kelancaran percakapan, bukan template yang dihafalkan.
Apa yang Berubah di Bagian Speaking TOEFL 2026
ETS merancang ulang bagian speaking TOEFL dari nol. Berikut perbandingan format tes TOEFL lama dan baru:
| Fitur | Format Lama (Sebelum Januari 2026) | Format Baru (21 Januari 2026+) |
|---|---|---|
| Total pertanyaan | 4 tugas | 11 pertanyaan |
| Jenis tugas | 1 Independent + 3 Integrated | Listen and Repeat + Take an Interview |
| Durasi | ~17 menit | ~8 menit |
| Waktu persiapan | 15–30 detik per tugas | Tidak ada |
| Keterampilan yang dibutuhkan | Membaca + mendengarkan + berbicara (gabungan) | Pengucapan + berbicara spontan |
| Skala penilaian | 0–30 (bagian), 0–120 (total) | Band 1–6 dengan kelipatan 0,5 |
| Urutan bagian | Bagian ke-3 (setelah istirahat) | Bagian terakhir (setelah Writing) |

Tiga perubahan yang secara mendasar memengaruhi cara kamu berlatih untuk tes TOEFL speaking:
- Tidak ada lagi tugas integrated. Kamu tidak perlu membaca teks atau mendengarkan ceramah sebelum berbicara. Setiap respons bersifat spontan.
- Tidak ada waktu persiapan. Kamu mendengar soal lalu langsung berbicara. Tidak ada jeda berpikir 15 detik.
- AI melakukan sebagian besar penilaian. ETS menggunakan mesin AI khusus (dengan pengawasan manusia) untuk mengevaluasi jawabanmu. Konsistensi dan pola bicara yang terukur kini lebih penting daripada jawaban yang dihafalkan.
Intinya untuk latihan TOEFL speaking: berhenti menggunakan template dan mulai berlatih percakapan nyata.
Tugas 1: Listen and Repeat (Pertanyaan 1–7)
Jenis tugas ini sepenuhnya baru di tes TOEFL iBT. Kamu akan mendengar tujuh kalimat yang berkaitan dengan suasana kampus atau komunitas — seperti memandu tur galeri, menjelaskan prosedur perpustakaan, atau membahas aturan keselamatan lab. Sebuah gambar di layar mengilustrasikan skenarionya.
Setiap kalimat diputar satu kali. Setelah jeda singkat, kamu mengulangi persis apa yang kamu dengar. Kalimat dimulai dari yang pendek (sekitar 4 detik) dan semakin panjang (hingga 6 detik). Kamu punya 8–12 detik untuk merekam setiap jawaban.
Yang diuji ETS: kemampuanmu mendengar, mengingat, dan mereproduksi kalimat bahasa Inggris dengan pengucapan, ritme, dan pola tekanan yang benar.
Listen and Repeat: Contoh Soal TOEFL Speaking untuk Latihan
Skenario: Tur Galeri Seni
Bayangkan kamu sedang belajar cara menyambut pengunjung di galeri seni lokal. Kamu mendengar dan mengulangi setiap kalimat satu per satu:
- "Welcome to the art gallery."
- "A free audio guide is available for all visitors."
- "Digital maps can be used for planning your visit."
- "If you have questions, just ask a staff member."
- "When taking photos, please turn off your flash."
- "There's also a quiet area over here for personal reflection."
- "Before leaving the gallery, please make sure to return your audio guide at the entrance."
Perhatikan bahwa kalimat 1 terdiri dari lima kata, dan kalimat 7 terdiri dari lima belas kata. Peningkatan ini disengaja — ETS ingin menguji apakah akurasimu tetap terjaga saat beban memori meningkat.
Skenario: Orientasi Perpustakaan Kampus
Berikut rangkaian contoh soal TOEFL speaking lainnya. Kamu sedang menjelaskan perpustakaan kampus kepada mahasiswa baru:
- "The library opens at eight."
- "You can borrow up to five books at a time."
- "Study rooms are available on the second floor."
- "Please keep noise levels low in all reading areas."
- "Laptops can be borrowed from the front desk for four hours."
- "If you need help finding a specific resource, our librarians are happy to assist."
- "All borrowed materials must be returned by the due date shown on your account page."
Coba praktikkan ini dengan suara keras sekarang juga. Baca setiap kalimat sekali, alihkan pandangan, lalu ulangi dari ingatan. Itulah pada dasarnya pengalaman tes sesungguhnya.
Cara Mendapat Skor Tinggi di Listen and Repeat
Skor sempurna (5) mengharuskan jawabanmu "sepenuhnya jelas dan merupakan pengulangan yang persis dari soal," menurut rubrik penilaian ETS. Berikut artinya untuk latihan speaking TOEFL iBT kamu:
- Fokus pada pola tekanan, bukan hanya kata per kata. Bahasa Inggris bersifat stress-timed. Mengucapkan "the LI-brary opens at EIGHT" lebih penting daripada mengucapkan setiap vokal dengan sempurna. Tiru ritme dan intonasi pembicara.
- Koreksi diri diperbolehkan. Jika kamu sadar di tengah kalimat ada kata yang salah, kembalilah dan perbaiki. ETS mengizinkan koreksi diri tanpa penalti.
- Jangan terburu-buru. Kamu punya 8–12 detik — lebih dari cukup. Ambil jeda sebelum berbicara untuk memutar ulang secara mental apa yang kamu dengar.
- Latihan shadowing setiap hari. Dengarkan klip audio bahasa Inggris pendek (siaran berita, podcast, buku audio) dan ulangi apa yang kamu dengar secara langsung. Ini membangun kemampuan memori auditori yang dibutuhkan tugas ini.

Tugas 2: Take an Interview (Pertanyaan 8–11)
Ini adalah inti dari tes TOEFL speaking yang baru. Kamu akan menonton video seorang pewawancara yang mengajukan empat pertanyaan tentang satu topik sehari-hari — seperti penggunaan smartphone, kebiasaan perjalanan ke kantor, pendidikan, kehidupan kota, atau hiburan.
Kamu punya 45 detik untuk menjawab setiap pertanyaan. Tidak ada waktu persiapan: pewawancara selesai berbicara, dan kamu langsung menjawab. Kamu bisa mendengar pertanyaannya tetapi tidak bisa membacanya di layar.
Empat pertanyaan biasanya mengikuti pola yang dapat diprediksi berikut ini:
| Pertanyaan | Jenis | Apa yang Akan Kamu Dengar |
|---|---|---|
| P1 | Pengalaman pribadi | "Coba ingat kembali terakhir kali kamu..." |
| P2 | Preferensi pribadi | "Bagaimana biasanya perasaanmu tentang...?" |
| P3 | Menyatakan pendapat | "Apakah kamu setuju bahwa...? Mengapa?" |
| P4 | Opini terhadap kebijakan | "Haruskah sekolah/tempat kerja...?" |
Mengetahui pola ini sangat berharga untuk latihan TOEFL speaking kamu: pertanyaan secara bertahap bergerak dari pengalaman konkret ke opini abstrak, sehingga jawabanmu harus bergeser dari bercerita ke berargumentasi.
Contoh Interview: Penggunaan Smartphone
Kamu telah bersedia mengikuti studi penelitian tentang penggunaan smartphone. Seorang pewawancara akan mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu.
Pertanyaan 1: "Terima kasih sudah bersedia berbicara dengan saya hari ini. Coba ingat kembali terakhir kali kamu menggunakan ponselmu untuk sesuatu yang penting — seperti menghubungi seseorang, mencari jalan, melakukan pembayaran, atau menerjemahkan. Mengapa kamu menggunakannya saat itu?"
Contoh Jawaban (P1): "Sebenarnya, baru minggu lalu saya berada di bagian kota yang sama sekali asing dan mencari apotek. Saya menggunakan peta di ponsel untuk mencari yang terdekat, dan hasilnya menampilkan tiga pilihan dalam jarak jalan kaki. Yang saya suka adalah saya bisa langsung melihat ulasan dan jam bukanya, jadi saya tidak membuang waktu pergi ke apotek yang sudah tutup. Tanpa ponsel, saya mungkin harus bertanya ke beberapa orang asing untuk petunjuk arah, yang pasti lebih lama."
Mengapa ini berhasil: Jawabannya spesifik (minggu lalu, apotek, tiga pilihan), detail secara alami, dan langsung menjawab kedua bagian pertanyaan menggunakan contoh yang jelas.
Pertanyaan 2: "Setiap orang memiliki perasaan berbeda terhadap ponsel. Ada yang merasa lebih terhubung, ada juga yang merasa terganggu. Bagaimana biasanya reaksimu terhadap ponsel dalam kehidupan sehari-hari?"
Contoh Jawaban (P2): "Jujur, perasaan saya campur aduk. Selama jam kerja, ponsel membuat saya sangat produktif — saya bisa mengecek email, membalas pesan, dan mengatur jadwal tanpa harus di meja kerja. Tapi di malam hari, saya sadar ponsel mengalihkan perhatian saya dari orang-orang di sekitar. Saya rasa ini terjadi karena ponsel mengaburkan batas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Notifikasi tidak berhenti hanya karena saya sudah selesai bekerja, jadi selalu ada godaan untuk terus memeriksa."
Pertanyaan 3: "Sebagian orang percaya smartphone jelas membuat hidup lebih baik di dunia modern. Apakah kamu setuju? Mengapa?"
Contoh Jawaban (P3): "Secara keseluruhan, ya — smartphone membuat hidup jauh lebih baik, meskipun ada gangguan yang saya sebutkan tadi. Alasan utamanya adalah akses informasi. Seorang mahasiswa di kota kecil dengan perpustakaan terbatas sekarang punya akses ke sumber daya akademis yang sama dengan seseorang di universitas besar. Itu benar-benar transformatif. Dan untuk hal-hal praktis seperti navigasi, penerjemahan, dan komunikasi darurat, smartphone adalah alat penyelamat. Kekurangannya nyata, tapi bisa dikelola dengan kebiasaan yang baik."
Pertanyaan 4: "Menurutmu, apakah sekolah dan tempat kerja sebaiknya mendorong kebiasaan penggunaan ponsel yang lebih sehat? Misalnya, apakah mereka sebaiknya mendorong orang untuk mematikan ponsel saat istirahat?"
Contoh Jawaban (P4): "Saya rasa dorongan adalah pendekatan yang tepat — bukan larangan ketat, tapi kebijakan yang lembut. Menyediakan zona bebas ponsel di area bersama atau menyarankan istirahat makan siang tanpa perangkat bisa membantu orang benar-benar memulihkan energi selama waktu luang mereka. Di sekolah khususnya, ini bisa meningkatkan fokus dan nilai ujian. Yang tidak saya dukung adalah penyitaan ponsel secara wajib, karena itu menghilangkan otonomi pribadi. Tujuannya harus membantu orang mengembangkan pengendalian diri, bukan memaksakan kepatuhan."
Contoh Interview: Kebiasaan Perjalanan ke Kantor
Kamu secara sukarela mengikuti studi penelitian tentang kebiasaan commuting. Seorang pewawancara akan mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu.
Pertanyaan 1: "Ceritakan tentang perjalananmu ke kantor sehari-hari. Bagaimana biasanya kamu pergi ke tempat kerja atau sekolah, dan berapa lama biasanya?"
Contoh Jawaban: "Saya naik kereta bawah tanah hampir setiap pagi — sekitar 35 menit dari pintu ke pintu. Itu terdiri dari 10 menit jalan kaki ke stasiun, 20 menit naik kereta, dan 5 menit lagi dari stasiun ke kantor. Saat hujan, kadang saya naik bus karena haltenya lebih dekat ke apartemen, tapi itu menambah sekitar 15 menit karena macet. Saya sudah menjalani perjalanan ini selama sekitar dua tahun, jadi rutinitasnya sudah cukup solid."
Pertanyaan 2: "Apa yang biasanya kamu lakukan selama perjalanan? Apakah kamu menikmati waktu itu?"
Contoh Jawaban: "Saya biasanya mendengarkan podcast atau buku audio selama naik kereta. Ini sebenarnya sudah menjadi salah satu bagian favorit dari hari saya. Karena biasanya saya berdiri di kereta yang padat, saya tidak bisa bekerja dengan laptop, jadi saya memanfaatkannya sebagai waktu belajar gratis. Bulan lalu saya menyelesaikan satu buku audio utuh tentang ekonomi. Satu-satunya yang ingin saya ubah adalah kepadatannya — kalau bisa dijamin dapat tempat duduk, saya mungkin akan menggunakan waktu itu untuk belajar atau meninjau catatan kerja."
Pertanyaan 3: "Beberapa kota banyak berinvestasi di transportasi umum, sementara yang lain fokus membangun lebih banyak jalan untuk mobil. Menurutmu pendekatan mana yang lebih efektif?"
Contoh Jawaban: "Saya sangat yakin berinvestasi di transportasi umum adalah pendekatan yang lebih cerdas. Lebih banyak jalan cenderung menciptakan lebih banyak kemacetan — ada pola yang sudah terdokumentasi dengan baik yang disebut induced demand. Tapi memperbaiki jaringan bus dan kereta benar-benar memberikan alternatif nyata bagi masyarakat. Lihat kota-kota seperti Tokyo atau Seoul, yang membangun sistem transportasi kelas dunia. Meskipun populasinya sangat besar, lalu lintasnya tetap terkendali. Membangun lebih banyak jalan hanya menunda masalah; transportasi umum yang baik benar-benar bisa menyelesaikannya."
Pertanyaan 4: "Haruskah perusahaan menawarkan opsi kerja jarak jauh untuk mengurangi commuting?"
Contoh Jawaban: "Tentu saja. Bahkan dua atau tiga hari kerja jarak jauh per minggu sudah membuat perbedaan besar. Ini mengurangi kepadatan jam sibuk, memangkas emisi, dan mengembalikan jam-jam berharga bagi karyawan. Sepupu saya bekerja di perusahaan yang beralih ke model hybrid, dan dia bilang tingkat stresnya turun drastis. Tentu, tidak semua pekerjaan memungkinkan ini — seorang perawat atau guru harus hadir di tempat. Tapi untuk pekerjaan kantoran, sebenarnya tidak ada alasan kuat untuk tidak menawarkan fleksibilitas itu."

Cara Mendapat Skor TOEFL Tinggi di Tugas Interview Speaking
ETS mengevaluasi jawaban interview kamu berdasarkan empat dimensi: Kelancaran, Kejelasan, Penggunaan Bahasa, dan Organisasi. Berikut cara meningkatkan skor di masing-masing dimensi melalui latihan yang terarah:
Mulai berbicara dalam 2–3 detik. Jeda lama di awal menandakan ketidakpastian bagi AI penilai. Bahkan memulai dengan "Itu pertanyaan bagus — menurut saya..." memberi waktu untuk otakmu menyusun jawaban.
Gunakan kerangka PREP untuk setiap jawaban:
- Point — Nyatakan ide utamamu
- Reason — Jelaskan alasannya
- Example — Berikan ilustrasi spesifik
- Point — Nyatakan ulang atau simpulkan secara singkat
Ini secara alami mengisi 35–45 detik dan memberikan jawabanmu struktur yang jelas yang dihargai oleh sistem penilaian tes TOEFL.
Targetkan ~150 kata per jawaban. Dengan kecepatan bicara alami, 150 kata mengisi sekitar 45 detik. Berbicara terlalu lambat membuang waktu berharga; berbicara terlalu cepat mengganggu kejelasan.
Gunakan transisi secara alami. Kata-kata seperti "moreover," "as a result," "on the other hand," dan "for instance" menandakan organisasi. Dua atau tiga transisi per jawaban sudah cukup — jangan berlebihan.
Hindari membuat daftar. Mengatakan "I like reading, cooking, swimming, running, and painting" tidak menunjukkan kemampuan bahasa Inggris. Pilih satu atau dua item dan jelaskan secara detail.
Cara Kerja Skor TOEFL Speaking Baru
Sistem penilaian skor TOEFL iBT speaking 2026 memiliki tiga lapisan:
Lapisan 1: Skor per Tugas (0–5) Setiap jawaban dari 11 responsmu dinilai dari 0 sampai 5 menggunakan rubrik ETS. Skor individu ini dijumlahkan menjadi skor mentah.
Lapisan 2: Band Bagian (1–6) Skor mentahmu dikonversi ke band bagian pada skala 1–6 dalam kelipatan 0,5 (1.0, 1.5, 2.0... hingga 6.0). Inilah yang muncul di laporan nilai TOEFL kamu.
Lapisan 3: Skor TOEFL Keseluruhan Skor TOEFL keseluruhanmu adalah rata-rata dari empat band bagian (Reading, Listening, Writing, Speaking), dibulatkan ke 0,5 terdekat.

Arti Setiap Tingkat Skor TOEFL Speaking
| Skor Band | Level CEFR | Artinya | Persyaratan Umum |
|---|---|---|---|
| 5.5–6.0 | C2 | Kelancaran dan ketepatan mendekati penutur asli | Program unggulan, beasiswa |
| 5.0 | C1 | Mahir — jelas, detail, terstruktur dengan baik | Program pascasarjana kompetitif |
| 4.5 | B2+ | Menengah atas — mampu menangani topik kompleks | Sebagian besar program pascasarjana |
| 4.0 | B2 | Menengah — berkomunikasi efektif tentang topik yang familiar | Sebagian besar program sarjana |
| 3.0–3.5 | B1 | Kemandirian dasar — situasi sehari-hari | Program penerimaan bersyarat |
| 1.0–2.5 | A1–A2 | Pemula hingga dasar | Di bawah sebagian besar persyaratan universitas |
Penting untuk peserta tes 2026: Selama masa transisi (2026–2028), laporan nilai TOEFL kamu juga menyertakan skor setara pada skala lama 0–120. Band speaking 5.0 kira-kira setara dengan skor 26–28 pada skala bagian lama 0–30, atau sekitar 100 secara keseluruhan.
5 Strategi Latihan TOEFL Speaking yang Benar-Benar Efektif

1. Lakukan Shadowing Audio Bahasa Inggris Setiap Hari
Pilih audio bahasa Inggris apa saja — klip berita, episode podcast, atau TED Talk — dan ulangi apa yang diucapkan pembicara secara real time, sesuaikan kecepatan, ritme, dan intonasinya. Ini secara langsung melatih keterampilan yang diukur tes dalam Listen and Repeat.
Mulai dengan klip pendek (30 detik) dan tingkatkan ke segmen 2 menit. Ketika kamu bisa melakukan shadowing penutur asli dengan jeda minimal, tugas repeat di hari tes akan terasa alami.
2. Rekam dan Tinjau Jawaban Berdurasi 45 Detik
Atur timer 45 detik dan jawab pertanyaan opini secara lisan. Rekam dirimu menggunakan ponsel. Dengarkan kembali secara kritis. Tanyakan: Apakah saya mulai dengan cepat? Apakah saya memberikan poin jelas dengan contoh pendukung? Apakah saya mengisi sebagian besar waktunya?
Berikut contoh soal latihan TOEFL speaking gratis untuk memulai:
- Apa cara terbaik bagi mahasiswa untuk mengelola stres?
- Apakah kamu lebih suka belajar dari buku atau dari pengalaman? Mengapa?
- Haruskah taman umum memungut biaya masuk?
- Ceritakan keterampilan yang kamu pelajari di luar sekolah yang ternyata berharga.
- Menurutmu, apakah orang-orang saat ini menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan?
3. Bangun Bank Cerita Pribadi
Sebagian besar pertanyaan interview memintamu menceritakan pengalaman pribadi. Memiliki perpustakaan mental berisi 8–10 cerita detail berarti kamu selalu punya bahan siap pakai saat tes TOEFL bertanya "ceritakan tentang saat kamu..."
Fokus pada cerita tentang: pengalaman bepergian, tantangan di tempat kerja atau sekolah, menggunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan sulit, membantu seseorang, mempelajari sesuatu yang baru. Ketahui detail penting dari masing-masing: Kapan? Di mana? Apa yang terjadi? Mengapa itu penting?
4. Latihan Berpikir Sambil Berbicara
TOEFL baru menghargai artikulasi spontan — mengorganisir pikiranmu sambil berbicara. Coba latihan ini: pilih objek apa saja di ruangan dan bicarakan selama 60 detik tanpa berhenti. Deskripsikan, jelaskan cara kamu menggunakannya, bagikan pendapatmu tentang objek itu.
Ini melatih otakmu untuk menghasilkan bahasa Inggris secara real time, yang merupakan keterampilan persis yang dituntut tugas interview speaking TOEFL.
5. Lakukan Percakapan Bahasa Inggris Nyata Setiap Hari
Ini adalah strategi latihan TOEFL speaking yang paling efektif. Tes baru ini dirancang untuk mengukur seberapa baik kamu benar-benar bercakap-cakap dalam bahasa Inggris — bukan seberapa baik kamu bisa mengulang jawaban yang sudah disiapkan.
Tantangannya? Menemukan teman percakapan yang sabar dan tersedia saat kamu membutuhkan. Aplikasi pertukaran bahasa bisa tidak konsisten, dan menyewa tutor untuk sesi harian cepat menjadi mahal.
Latihan berbicara bahasa Inggris berbasis AI bisa mengisi celah ini. Dengan aplikasi Practice Me, kamu bisa melakukan percakapan suara nyata dengan tutor AI kapan saja — tanpa jadwal, tanpa penilaian, tersedia 24/7. Tutor-tutornya menyesuaikan dengan levelmu dan merespons secara alami, memberikan interaksi spontan bolak-balik yang disimulasikan interview TOEFL.
Ini bukan simulator tes TOEFL — ini sesuatu yang lebih berguna. Ini membangun kelancaran percakapan bahasa Inggris mendasar yang sebenarnya diukur oleh tes. Ketika kamu berlatih berbicara dengan bebas setiap hari, TOEFL hanya menjadi percakapan yang sudah kamu lakukan ratusan kali.
Kamu juga bisa melatih pengucapan bahasa Inggris menggunakan pilihan aksen Amerika dan British, yang langsung mendukung tugas Listen and Repeat. Jika kecemasan berbicara menjadi salah satu penghalangmu, berlatih dengan tutor AI menghilangkan faktor penilaian sepenuhnya.
Untuk strategi kelancaran yang lebih luas, lihat panduan kami untuk lancar berbicara bahasa Inggris. Siap mulai berlatih? Lihat paket harga kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah pertanyaan speaking di TOEFL baru?
Bagian speaking TOEFL 2026 memiliki 11 pertanyaan total: 7 soal Listen and Repeat (di mana kamu mengulangi kalimat yang kamu dengar) dan 4 pertanyaan Take an Interview (di mana kamu memberikan jawaban spontan kepada pewawancara simulasi). Seluruh bagian ini memakan waktu sekitar 8 menit — jauh lebih singkat dari format lama yang berdurasi 17 menit.
Bagaimana cara mendapat skor 5 atau lebih tinggi di TOEFL speaking?
Untuk mendapatkan skor 5.0 atau lebih di bagian speaking TOEFL dibutuhkan kelancaran tingkat mahir, pengucapan bahasa Inggris yang jelas, tata bahasa yang bervariasi, dan jawaban yang terorganisir dengan baik. Untuk Listen and Repeat, usahakan pengulangan yang hampir persis. Untuk Interview, jawab segera dengan jawaban yang koheren dan detail yang mendekati 45 detik. Latihan TOEFL speaking harian menggunakan percakapan spontan — bukan naskah yang dihafalkan — adalah metode persiapan yang paling efektif. Skor speaking 5.0 cukup kompetitif untuk program pascasarjana unggulan di seluruh dunia.
Apakah bagian speaking TOEFL baru lebih mudah atau lebih sulit?
Tergantung kelebihanmu. Jika kamu kesulitan dengan tugas integrated lama (membaca teks, lalu mendengarkan ceramah, lalu menyintesis keduanya dalam respons lisan), format tes baru mungkin terasa lebih mudah karena setiap pertanyaan berdiri sendiri. Namun, penghapusan waktu persiapan membuatnya lebih sulit bagi peserta yang mengandalkan perencanaan jawaban. Siswa dengan kemampuan percakapan bahasa Inggris yang kuat umumnya menganggap format 2026 lebih alami dan lebih mudah dikelola.
Apakah boleh mencatat selama TOEFL speaking?
Tidak. Bagian speaking TOEFL yang baru tidak melibatkan pencatatan. Untuk Listen and Repeat, kamu mendengar kalimat dan langsung mengulanginya. Untuk Interview, pertanyaan hanya berupa audio dengan jawaban lisan langsung yang diwajibkan. Tidak ada materi bacaan atau konten ceramah untuk dicatat — perubahan signifikan dari format tes sebelum 2026.
Berapa lama durasi bagian speaking TOEFL 2026?
Bagian speaking memakan waktu sekitar 8 menit — kira-kira setengah dari durasi format lama yang 17 menit. Sekarang ini menjadi bagian terakhir dari tes, setelah Writing. Tidak ada istirahat antara Writing dan Speaking, jadi atur energimu selama tes dengan bijak.
Apakah aksen saya memengaruhi skor TOEFL speaking?
Tidak. ETS telah mengonfirmasi bahwa mesin penilaian AI tidak menghukum aksen tertentu. Yang diukur adalah kejelasan dan konsistensi, bukan jenis aksen. Kamu bisa berbicara dengan aksen apa pun dan tetap meraih skor tertinggi jika pengucapanmu jelas, ritmemu alami, dan bicaramu mudah dipahami. Fokuskan latihan TOEFL speaking pada upaya agar dipahami dengan jelas, bukan mencoba meniru aksen tertentu.