Berlatih Bahasa Inggris dengan tutor AI — gratis 3 hari
Percakapan nyata. Tersedia 24/7. Batalkan kapan saja.
Latihan Speaking Duolingo English Test 2026: Soal & Jawaban

Soal speaking Duolingo English Test sekilas terlihat sederhana di atas kertas — deskripsikan sebuah foto, bicarakan sebuah topik, jawab beberapa pertanyaan bergaya wawancara. Namun sepuluh menit total speaking itulah yang menentukan subskor Conversation dan Production kamu, yang gabungannya menyumbang setengah dari total skor DET kamu. Tekanannya bukan dari topik. Tekanannya dari format: hanya satu kali kesempatan rekam per soal, tidak bisa diulang, tidak bisa di-pause, dan tipe soal terbaru tahun 2026 mengharuskan kamu melakukan percakapan real-time dengan pewawancara AI.
Panduan ini fokus pada hal yang sering dilewatkan sebagian besar sumber lain: format soal yang sebenarnya, jawaban model di level 130+, dan rencana latihan yang bisa kamu selesaikan dalam dua minggu. Jika kamu ingin daftar tema speaking yang lebih lengkap, panduan topik speaking Duolingo English Test kami membahas 35 area topik dengan contoh jawaban — pasangkan dengan panduan ini untuk cakupan menyeluruh.
Ringkasan Singkat: Soal speaking Duolingo English Test 2026 terbagi menjadi tiga tipe utama: Read, Then Speak (respons panjang 90 detik), Interactive Speaking (enam jawaban cepat 35 detik dengan karakter AI), dan Speaking Sample (1–3 menit direkam untuk universitas). Panduan ini memberi kamu 30+ soal latihan dengan jawaban model, enam kriteria penilaian yang dievaluasi AI, dan rencana persiapan 14 hari.
Sekilas Format Speaking DET 2026
Duolingo English Test adalah ujian kemampuan bahasa Inggris berdurasi 60 menit dan computer-adaptive yang diterima oleh lebih dari 5.700 universitas di seluruh dunia. Soal speaking tersebar di sepanjang tes, dan menjadi bagian dari dua dari delapan subskor: Conversation (Speaking + Listening) dan Production (Speaking + Writing).
Pada 2025, Duolingo menghapus tipe soal "Listen, Then Speak". Update 2026 memperkenalkan Interactive Speaking sebagai gantinya — percakapan multi-pertanyaan dengan karakter AI animasi. Jika kamu menggunakan materi belajar dari 2024 atau sebelumnya, materi tersebut sudah usang.
Berikut susunan tiga tipe soal speaking inti Duolingo English Test 2026 yang dibahas panduan ini:
| Tipe Soal | Prep Time | Durasi Speaking | Frekuensi | Yang Diukur |
|---|---|---|---|---|
| Read, Then Speak | 20 detik | 30–90 detik | 1 per tes | Respons terstruktur panjang, subskor Production |
| Interactive Speaking | Tidak ada (live) | 35 detik × 6–8 giliran | 1 set per tes | Percakapan real-time, subskor Conversation |
| Speaking Sample | 30 detik | 60–180 detik | 1 per tes | Berbicara berkelanjutan (direkam untuk universitas) |
Kamu juga akan menemukan tugas speaking yang lebih singkat seperti Speak About the Photo (deskripsikan gambar selama maksimal 90 detik) di bagian adaptive. Tugas-tugas tersebut mengikuti aturan serupa dengan Read, Then Speak — durasi sama, kriteria penilaian sama — sehingga strategi di panduan ini juga berlaku.
Bagian speaking secara keseluruhan menyumbang sekitar 10 menit waktu bicara aktual, namun ini adalah bagian tes yang paling bervariasi dari segi skor. Menurut data resmi yang dipublikasikan Duolingo, rata-rata skor DET keseluruhan pada 2024–2025 adalah 110,59. Sebagian besar program S1 menerima skor 90–110, program S2 yang kompetitif menginginkan 115–130, dan kampus top mengharapkan 130+.
Cara Penilaian Speaking DET: 6 Kriteria yang Dicari AI
DET menggunakan penilaian AI yang dilatih dari ribuan sampel berperingkat manusia. Untuk setiap respons speaking, sistem mengevaluasi enam hal:
1. Content (Konten) — Apakah kamu benar-benar menjawab pertanyaan? Apakah kamu menjawab setiap sub-prompt? Respons di luar topik atau skrip yang dihafal akan otomatis ditandai.
2. Discourse Coherence (Koherensi) — Apakah respons kamu terorganisir? Pendahuluan jelas, isi yang logis, kesimpulan singkat. Ide-ide harus terhubung dengan kata seperti because, however, for example, as a result.
3. Grammar — Ini mencakup dua hal sekaligus. Akurasi (subject-verb agreement, tenses, dan article yang benar) dan kompleksitas (campuran kalimat sederhana, compound, dan kompleks). Berbicara hanya dalam simple present tense akan membatasi skor kamu.
4. Lexis (Kosakata) — Sekali lagi, ada dua dimensi: sophistication (menggunakan kata yang tepat dan sesuai topik) dan diversity (menghindari pengulangan). "I find gardening tranquil and rewarding" mendapat skor lebih tinggi dibanding "Gardening is nice."
5. Fluency (Kelancaran) — Apakah kamu berbicara dengan tempo yang stabil dan natural, dengan jeda minimal dan sedikit filler word? Keheningan panjang lebih merugikan daripada kesalahan grammar kecil.
6. Pronunciation (Pelafalan) — Apakah pendengar bisa memahami kamu? Tekanan kata, intonasi kalimat, dan kejelasan bunyi individual itu penting. Kamu tidak perlu aksen American atau British yang "sempurna" — yang diukur adalah kejelasan (intelligibility).
Respons level 130+ menggunakan struktur kalimat yang bervariasi, kosakata yang tepat, menjawab setiap bagian prompt, dan menjaga benang merah organisasi yang jelas selama durasi penuh speaking. Respons level 100 cenderung menggunakan grammar sederhana, mengulang kata yang sama, dan berhenti lebih awal dengan jeda yang sering.
Jika filler word membuatmu tersandung, panduan kami tentang filler word bahasa Inggris menjelaskan mana yang membuatmu terdengar lebih lancar (ya, beberapa membantu) dan mana yang harus dihindari.

Read, Then Speak: 12 Soal Latihan dan Jawaban Model
Read, Then Speak biasanya merupakan soal speaking panjang pertama yang akan kamu temui di hari ujian, dan di sinilah banyak peserta tes panik. Formatnya sendiri cukup sederhana — kesulitannya datang dari menyusun 90 detik bicara yang koheren hanya dengan 20 detik untuk persiapan.
Cara kerja soalnya
Kamu akan melihat prompt tertulis di layar dengan satu topik utama dan tiga hingga empat sub-prompt. Sub-prompt tersebut tetap terlihat saat kamu berbicara. Contoh struktur:
Talk about your favorite restaurant. - Where is it located? - What kind of food does it serve? - How often do you go there? - Why is it your favorite?
Kamu mendapat 20 detik untuk membaca dan persiapan, lalu 30 hingga 90 detik untuk merespons. Targetkan untuk berbicara penuh 90 detik. AI memberi nilai untuk daya tahan — berhenti di detik ke-45 akan membatasi skor fluency dan content kamu meskipun bahasa Inggris kamu sebenarnya bagus. Hanya ada satu kesempatan rekam, dan kamu tidak bisa mengulang atau memutar ulang.
Kerangka 90 detik
Dalam 20 detik waktu persiapan, jangan menulis skrip — tidak ada waktu, dan AI kadang menandai respons yang terdengar terlalu seperti dibaca. Sebagai gantinya, rencanakan struktur:
- Detik 0–15: Hook + ulangi topik dengan jawaban langsung
- Detik 15–60: Jawab setiap sub-prompt dengan contoh spesifik
- Detik 60–85: Tambahkan kedalaman — perbandingan, pandangan tandingan, atau alasan personal yang lebih dalam
- Detik 85–90: Penutup singkat atau pernyataan yang berorientasi ke depan
Ritme ini memenuhi semua kriteria penilaian: content (semua sub-prompt terjawab), coherence (struktur jelas), dan fluency (berkelanjutan untuk durasi penuh).

12 soal latihan Read, Then Speak
Gunakan soal speaking Duolingo English Test ini untuk latihan dengan timer. Pasang timer 20 detik untuk persiapan, lalu 90 detik untuk berbicara, dan rekam dirimu sendiri. Jangan menghafalkan jawaban — fokus mencapai struktur yang benar.
1. Hadiah yang berkesan Talk about a gift you gave someone that was meaningful. Who did you give it to? What was the gift? Why was it special? How did the person react?
2. Tujuan karier Describe a career goal you have for the next five years. What is the goal? Why did you choose it? What steps will you take? What might be the biggest obstacle?
3. Masalah di kota asalmu Talk about a problem in your hometown. What is the problem? Who does it affect? What causes it? What could be done to fix it?
4. Belajar online vs. tatap muka Compare studying online with studying in a classroom. What are the advantages of each? Which do you prefer? Why?
5. Sebuah teknologi yang tidak bisa kamu lepaskan Describe a piece of technology that has become essential to you. What is it? When did you start using it? How does it help you? What would your life look like without it?
6. Saat kamu menolong seseorang Talk about a time you helped someone in need. Who did you help? What was the situation? What did you do? How did you feel afterward?
7. Buku atau film yang mengubah cara pandangmu Describe a book, movie, or show that changed how you think about something. What was it about? What perspective did it change? Would you recommend it?
8. Peran media sosial Discuss the role of social media in modern life. How has it changed communication? What are the positives? What are the drawbacks? Should it be regulated?
9. Keterampilan yang kamu pelajari sendiri Talk about a skill you learned on your own. What is the skill? Why did you want to learn it? How did you go about learning? How has it benefited you?
10. Hidup di kota vs. pedesaan Compare life in a city with life in the countryside. What are the benefits of each? What are the challenges? Which would you choose if you had to pick?
11. Isu lingkungan Describe an environmental issue you care about. What is the issue? Why is it important? What individuals can do? What governments should do?
12. Tradisi di negara asalmu Talk about a tradition or custom in your country. What happens during this tradition? Who participates? Why is it meaningful? Do younger generations still observe it?
Jawaban model (Read, Then Speak)
Berikut respons level 130+ untuk pertanyaan 1 — A meaningful gift. Diberi anotasi waktunya.
"One of the most meaningful gifts I've ever given was a handwritten cookbook I made for my mother on her sixtieth birthday. (Hook + topik diulang, ~10 detik) My mother had spent decades cooking for our family, but most of her recipes existed only in her head, so I sat with her over six weekends and wrote down forty-two of her dishes — each with a short story about when she first cooked it. (Detail spesifik menjawab 'what was the gift', ~25 detik) I gave it to her at a small family dinner, and the moment she opened it, she stopped speaking and just held it for almost a full minute. (Bagaimana dia bereaksi, ~15 detik) What made it special wasn't the cookbook itself — it was the realization that I had finally taken the time to honor something she had been doing quietly for years. (Makna lebih dalam, ~20 detik) Now my younger cousins use it too, and I think it's become a small piece of family history that will outlast both of us. (Penutup berorientasi ke depan, ~15 detik)"
Perhatikan tekniknya: angka spesifik (forty-two recipes), detail sensorik (held it for a full minute), kosakata tingkat lanjut (honor, outlast), dan kalimat kompleks dipadukan dengan yang lebih sederhana. Respons ini menjawab keempat sub-prompt dan berdurasi sekitar 85 detik — masih dalam zona aman.
Kesalahan umum di Read, Then Speak
- Berhenti di detik ke-45–60. Bahkan dengan grammar yang sempurna, ini akan membatasi skormu karena AI tidak bisa mengevaluasi kelancaran berkelanjutan.
- Melewatkan satu sub-prompt. Jika prompt punya empat bagian dan kamu hanya menjawab tiga, skor content kamu turun. Lirik layar saat berbicara — prompt-nya tetap terlihat.
- Membaca dari catatan. Eye-tracking DET akan menandai ini. Rencanakan di kepalamu, lalu lihat ke kamera.
- Pembukaan yang terlalu dilatih. Frasa seperti "I'm going to talk about a gift that I gave to my mother who is very dear to me" terdengar dihafal. Bersikap langsung saja.
Speaking Sample: Wawancara Video Kamu untuk Universitas
Speaking Sample muncul di 10 menit terakhir tes. Inilah bagian yang paling diremehkan banyak peserta tes: bagian ini tidak dinilai oleh AI, tetapi rekaman videonya dikirim ke setiap universitas yang menerima skor kamu. Tim admisi menontonnya. Beberapa program menggunakannya sebagai bagian dari evaluasi mereka, terutama untuk kasus borderline.
Anggap ini seperti wawancara penerimaan 90 detik. Skor angkamu mungkin sudah pasti, tapi kesan yang kamu tinggalkan pada manusia yang me-review aplikasi kamu masih dalam permainan.
Cara kerja soalnya
Kamu mendapat 30 detik untuk persiapan, lalu 60 hingga 180 detik untuk berbicara. Targetkan minimal 90 detik — yang lebih pendek terasa terburu-buru atau kurang berkembang bagi reviewer. Prompt-nya berupa satu pertanyaan terbuka, dan tidak ada sub-prompt sebagai jangkar struktur.
Prompt Speaking Sample terbagi dalam tiga jenis:
- Eksplanatori — deskripsikan sesuatu secara detail (hobi, tempat, tradisi)
- Informatif — beri tahu pendengar tentang sebuah topik (teknologi, pendidikan, sebuah peristiwa)
- Argumentatif — sampaikan pendapat dengan alasan (debat, preferensi, rekomendasi)
Tugasmu adalah bertindak seolah-olah orang yang menonton tidak tahu apa-apa tentang topik tersebut. Jelaskan secara penuh, beri contoh spesifik, dan capai kesimpulan yang jelas.

Strategi: Hook → Body → Conclusion
Dengan 90+ detik dan tanpa sub-prompt sebagai panduan, struktur jadi lebih penting di sini dibanding tugas speaking lainnya.
- Hook (10–15 detik): Buka dengan detail spesifik, opini yang kuat, atau anekdot singkat. Hindari "I'm going to talk about..."
- Body (60–90 detik): Dua hingga tiga poin pendukung dengan contoh konkret. Gunakan signal word: first, another reason, for instance, what's more.
- Conclusion (10–20 detik): Hubungkan kembali ke hook-mu atau perluas ke implikasi yang lebih luas.
10 soal latihan Speaking Sample
Berikut soal speaking Duolingo English Test yang paling sering muncul di kategori Speaking Sample. Latihan masing-masing dengan video, bukan hanya audio.
1. Talk about a hobby or activity you enjoy in your free time. How did you get started? Why do you keep doing it?
2. Describe a place you've visited that had a strong impact on you. What made the experience memorable?
3. Discuss the role of education in shaping society. What should be the primary focus of education?
4. Talk about a person who inspires you. What qualities make them inspirational? How have they influenced you?
5. Describe an environmental issue that concerns you. What can individuals and governments do to address it?
6. Discuss a cultural tradition from your country. What is its significance? How is it celebrated?
7. Describe a piece of technology that has improved your life. How has it changed your daily routine?
8. Talk about a goal you want to achieve in the next five years. Why is it important to you? What steps will you take?
9. Imagine a friend asks you whether to study abroad or stay in their home country. What would you advise them and why?
10. Discuss whether you think social media has had a positive or negative effect on young people. Give specific reasons.
Jawaban model (Speaking Sample)
Berikut respons level 130+ untuk pertanyaan 1 — A hobby you enjoy.
"About three years ago, I picked up bouldering — that's indoor rock climbing without ropes — and it has genuinely changed how I think about problem-solving. (Hook dengan detail spesifik dan sudut pandang tak terduga)
I started by accident. A friend dragged me to a climbing gym on a rainy Saturday, and I expected to hate it because I was afraid of heights. But within an hour, I realized bouldering isn't really about the height — it's about reading the wall. Every climb is a puzzle. You look at the holds, plan a sequence of moves, and then commit to it physically. If you fail, you fall onto a thick mat and try again. (Blok pendukung pertama — apa itu, kenapa membuatku terkejut)
What keeps me coming back is the mental side. In my regular life, I often overthink problems and freeze. On the wall, you can't overthink — you have to move. Over the past three years, I've noticed that this physical decisiveness has started showing up in other areas, like how I approach difficult conversations at work or finishing projects I would've procrastinated on before. (Blok pendukung kedua — alasan yang lebih dalam)
The community is the third thing. Climbers are some of the most generous people I've met. Strangers will literally cheer when you finish a route they couldn't. (Blok pendukung ketiga — sisi sosial)
I've gotten reasonably good — I'm projecting V5s now, which is intermediate level — but honestly, the grade matters less than the fact that for two hours twice a week, I'm fully present. That's rare." (Kesimpulan menghubungkan kembali ke ide pembuka)
Respons ini berdurasi sekitar 130 detik, menggunakan frasa idiomatik (projecting V5s, fully present), menjelaskan istilah teknis secara natural, dan diakhiri dengan penutup yang berkesan. Kepribadiannya terpancar, dan ini penting saat manusia me-review rekaman.
Tips Speaking Sample yang dilewatkan banyak panduan
- Pakai pakaian seperti saat wawancara Zoom. Kemeja bersih, pencahayaan cukup, kontak mata dengan kamera. Video ini akan dilihat petugas admisi, bukan hanya AI.
- Tersenyum sebentar saat memulai. Ini mengubah timbre suaramu dan menunjukkan rasa percaya diri.
- Jangan minta maaf di depan kamera. Jika kamu tersandung, lanjutkan saja. Pembaca admisi tahu kamu bukan native speaker — yang mereka pedulikan adalah bagaimana kamu pulih dari kesalahan.
- Manfaatkan 30 detik persiapan sepenuhnya. Pilih sudut pandang spesifik. "A hobby" terlalu luas; "bouldering as problem-solving" adalah tesis.
Interactive Speaking: Format Percakapan AI 2026
Interactive Speaking adalah tipe soal yang sedang membentuk ulang cara orang mempersiapkan DET. Ini juga yang paling mirip percakapan nyata — yang persis menjadi alasan mengapa ini paralel dengan apa yang akan kamu latih dengan tutor AI seperti pendekatan latihan speaking bahasa Inggris dengan AI kami.

Cara kerja soalnya
Karakter AI animasi memperkenalkan sebuah topik, lalu menanyakan kamu beberapa pertanyaan beruntun. Kamu akan mendapat 6 pertanyaan dalam 2 topik di set tipikal (beberapa peserta tes melaporkan 8 pertanyaan di versi lebih panjang). Formatnya dirancang untuk menyimulasikan percakapan ruang kelas atau wawancara nyata:
- AI menanyakan pertanyaan — kamu mendengarnya sekali, tanpa pemutaran ulang.
- Kamu punya 35 detik untuk merespons.
- Setelah tiga pertanyaan di topik pertama, AI akan berkata sesuatu seperti "Thanks for that. Now I'd like to change topics..." dan beralih ke topik baru.
- Kamu tidak bisa bersiap. Kamu tidak bisa pause. Kamu mulai berbicara saat lampu rekaman menyala.
Inilah satu-satunya tugas speaking DET yang dinilai masuk ke subskor Conversation (Speaking + Listening digabung), karena AI mengevaluasi apakah kamu benar-benar memahami prompt sebelum merespons.
Mengapa ini bagian tersulit untuk dipersiapkan
Di Read, Then Speak dan Speaking Sample, kamu bisa mempersiapkan bank topik secara berlebihan dan melatih struktur. Di Interactive Speaking, aturannya berubah:
- Tidak ada waktu persiapan. Kerangka apapun yang kamu punya, harus refleksif.
- Hanya satu kali dengar. Jika kamu salah dengar kata kunci, jawabanmu bisa jadi di luar topik.
- Pivot topik. Kamu tidak bisa mengandalkan kosakata yang dihafal untuk satu subjek — topik kedua bisa apa saja.
- 35 detik itu singkat. Itu kira-kira 70–90 kata yang diucapkan, jadi setiap kalimat harus pantas mendapat tempatnya.
Kabar baiknya: kamu bisa melatih ini. Ini adalah keterampilan merespons di bawah tekanan terhadap suara yang benar-benar berbicara padamu, dan semakin banyak repetisi yang kamu lakukan dengan partner percakapan AI real-time, semakin natural rasanya. Inilah yang paling mendekati apa yang disimulasikan tutor suara Practice Me — modalitas yang sama, percakapan bolak-balik, sama-sama perlu merespons tanpa skrip.
Kerangka 35 Detik
Gunakan struktur empat-ketukan ini untuk setiap respons Interactive Speaking:
- Acknowledge / Restate (3–5 detik) — Pembukaan singkat yang memberimu sedetik untuk berpikir sambil terdengar natural. Contoh: "That's a great question." / "Hmm, well, in my experience..." / "Actually, I think..."
- Direct answer (5–8 detik) — Sampaikan posisimu atau ide utama langsung. Jangan dipendam.
- One specific example or reason (15–20 detik) — Di sinilah konten utama berada. Pakai detail konkret, angka, pengalaman pribadi, atau perbandingan yang jelas.
- Brief close (3–5 detik) — Kalimat penutup singkat yang merangkum atau berorientasi ke depan supaya kamu tidak kehabisan napas.
Hindari mencoba menyampaikan banyak poin dalam 35 detik. Satu klaim, satu contoh, satu penutup — itu sudah cukup.
12 Set Latihan Interactive Speaking dengan Jawaban Model
Setiap set di bawah ini meniru tes sesungguhnya: 3 pertanyaan di Topik 1, lalu pivot, lalu 3 pertanyaan di Topik 2. Latihan menjawab masing-masing dalam 35 detik.
Set 1 — Topik: Hobi → Transportasi Umum
Q1. I'd like to ask you about hobbies. Could you tell me about a hobby you enjoy?
Q2. That sounds interesting. What's the hardest part of that hobby for someone just starting out?
Q3. I see. How has this hobby influenced other parts of your life?
"Thanks for talking about hobbies. Now I'd like to ask you about public transportation."
Q4. Describe what public transportation is like in your city.
Q5. How could public transportation in your city be improved?
Q6. Why might some people prefer driving over taking public transportation?
Jawaban model untuk Q1 (~33 detik):
"Well, one hobby I really enjoy is photography, especially street photography in busy markets. I find it fascinating because every frame captures a small story — a vendor laughing, a child running, the steam from a food stall. I've been doing it for about two years now, and it's taught me to slow down and actually notice things I'd normally walk past. So yeah, it's a quiet hobby, but it's surprisingly absorbing."
Set 2 — Topik: Mengubah Kebiasaan → Cuaca Hujan
Q1. Describe something you do every morning. Q2. How might new technology help people change their daily habits? Q3. How do other people influence the habits we adopt?
"Now let's change topics and talk about rainy weather."
Q4. What do people typically do when it rains? Q5. Why do some people love rainy weather while others dislike it? Q6. How can heavy rain affect transportation in a city?
Set 3 — Topik: Pendidikan → Travel
Q1. Describe a subject you enjoyed studying in school. Q2. How has online learning changed education in the last few years? Q3. What skills should schools teach that they currently don't?
"Thanks. Now I'd like to ask about travel."
Q4. Tell me about a place you've traveled to recently. Q5. How does travel change a person's perspective? Q6. What's one thing you'd recommend a first-time traveler do?
Set 4 — Topik: Makanan → Lingkungan
Q1. Describe a meal you really enjoy. Q2. Why is food often connected to culture? Q3. How have eating habits changed in your country?
"Thanks. Let's move on to the environment."
Q4. What's an environmental problem you've noticed in your area? Q5. How can individuals reduce their environmental impact? Q6. Should governments require companies to use less plastic? Why or why not?
Set 5 — Topik: Pekerjaan → Waktu Luang
Q1. Describe a job you'd like to have in the future. Q2. What makes someone a good coworker? Q3. Should employees be able to work remotely? Why?
"Now let's talk about free time."
Q4. How do you usually spend your weekends? Q5. Why is it important to have time away from work? Q6. What's an activity you'd recommend to someone who feels stressed?
Set 6 — Topik: Geografi → Perangkat
Q1. Describe a place near where you live that you enjoy. Q2. How does the geography of a region affect daily life there? Q3. What's a place you'd like to visit and why?
"Thanks. Let's switch topics to devices."
Q4. When would someone choose a laptop over a smartphone? Q5. How have mobile phones changed the way people communicate? Q6. Should children be allowed to use smartphones at school?
Set 7 — Topik: Teman → Media Sosial
Q1. Tell me about a close friend. Q2. What qualities matter most in a friendship? Q3. How do friendships change as people get older?
"Thanks. Now let's talk about social media."
Q4. Which social media platform do you use most often? Q5. How has social media changed the way people stay in touch? Q6. Should there be age limits for social media use?
Set 8 — Topik: Olahraga → Kesehatan
Q1. Describe a sport that's popular in your country. Q2. Why do people enjoy watching sports? Q3. Should physical education be required in schools?
"Now let's talk about health."
Q4. What does staying healthy mean to you? Q5. How do daily habits affect long-term health? Q6. Why might it be hard for someone to stick to a healthy routine?
Set 9 — Topik: Musik → Kenangan
Q1. What kind of music do you enjoy listening to? Q2. How does music affect a person's mood? Q3. Should music be taught in every school? Why?
"Thanks. Let's change topics to memories."
Q4. Describe a memory from your childhood that stands out. Q5. Why do certain memories stay with us longer than others? Q6. How do photos or videos shape the memories we keep?
Set 10 — Topik: Kota → Membaca
Q1. Describe the city or town you live in. Q2. What makes a city a good place to live? Q3. How might cities change over the next 20 years?
"Now let's talk about reading."
Q4. What kind of books do you enjoy reading? Q5. Why do some people stop reading after they finish school? Q6. Should children be encouraged to read paper books instead of digital ones?
Set 11 — Topik: Uang → Waktu
Q1. How do most young people in your country earn their first money? Q2. Why is it useful to learn about saving from a young age? Q3. Should schools teach personal finance? Why?
"Thanks. Let's switch to time management."
Q4. How do you usually plan your week? Q5. What's the hardest part about managing time well? Q6. Why do some people work better under deadlines?
Set 12 — Topik: Wawancara Kerja → Stres
Q1. Describe how someone should prepare for a job interview. Q2. What kinds of questions are common in interviews? Q3. How can someone make a strong first impression?
"Now let's talk about stress."
Q4. What causes stress for many people today? Q5. How can someone manage stress in a healthy way? Q6. Should employers do more to help reduce employee stress?
Jawaban model untuk pertanyaan pivot topik (~34 detik)
Untuk Q4 dari Set 1 — Describe what public transportation is like in your city.
"So in my city, public transportation is honestly a mixed bag. We have a metro system that's really efficient — clean, fast, and runs every five minutes during rush hour — but it doesn't reach the suburbs yet. The bus network covers more areas, but it gets stuck in traffic, especially in the evenings. So most people end up combining the two: bus to the metro, metro into the center. It works, but it could definitely be smoother."
Respons ini menunjukkan teknik kunci Interactive Speaking: pembuka ("So in my city..."), tesis yang jelas ("a mixed bag"), detail spesifik ("every five minutes during rush hour"), pengamatan dunia nyata ("bus to the metro, metro into the center"), dan evaluasi penutup ("It works, but...").
Mengapa latihan Practice Me mencerminkan Interactive Speaking
Ini perlu disampaikan secara langsung: format Interactive Speaking pada dasarnya adalah percakapan suara 35 detik per giliran dengan karakter AI. Itu adalah modalitas yang sama yang menjadi dasar aplikasi kami. Saat kamu berlatih dengan Practice Me Pro, kamu sedang berbicara dengan tutor AI (Sarah, Oliver, Marcus) yang menanyakan pertanyaan lanjutan, mengubah topik, dan merespons secara real time — persis seperti pewawancara DET, hanya saja tanpa timer dan dengan opsi untuk meninjau dan mencoba lagi.
Kamu tidak akan mendapatkan itu hanya dengan membaca contoh jawaban di buku panduan. Keterampilan yang diukur DET — berpikir keras dalam bahasa Inggris di bawah tekanan waktu — hanya berkembang ketika kamu benar-benar melakukannya, berulang kali. Percakapan harian 15 menit membangun refleks. Kami sudah membahas ini di rutinitas latihan speaking bahasa Inggris harian.
Kesalahan umum di Interactive Speaking
- Jeda panjang di awal. Jika kamu diam selama 6+ detik, kamu sudah kehilangan seperlima waktumu. Pakai pembuka filler.
- Mencoba menyampaikan banyak poin. 35 detik = satu klaim, satu contoh, satu penutup.
- Gagal beradaptasi dengan pivot topik. Beberapa peserta tes terus kembali ke kosakata dari Topik 1 bahkan setelah AI berpindah.
- Penutup yang dihafal. "In conclusion, this is very important to me" terdengar seperti template di durasi 35 detik. Akhiri dengan sesuatu yang spesifik untuk jawabanmu.
- Meminta AI untuk mengulang. Tidak bisa. Tidak ada tombol pemutaran ulang.
Rencana Persiapan Speaking DET 2 Minggu
Dua minggu sudah cukup untuk menaikkan subskor Speaking kamu sebesar 10–15 poin jika kamu berlatih dengan disiplin. Rencana di bawah ini mengasumsikan 45 menit latihan speaking per hari. Sesuaikan jadwalnya, tapi jangan lewati langkah merekam-dan-meninjau — mendengarkan diri sendiri adalah tempat sebagian besar peningkatan terjadi.

Minggu 1: Penguasaan format dan bank ide
Hari 1 — Diagnostik + studi format (45 menit)
- Ikuti tes latihan Duolingo resmi di situs Duolingo English Test. Catat estimasi subskormu.
- Baca panduan ini dan artikel topik speaking DET dari awal sampai akhir.
- Identifikasi tipe soal terlemahmu dari tes latihan tersebut.
Hari 2 — Dasar-dasar Read, Then Speak (45 menit)
- Latihan kerangka 90 detik dengan 4 soal speaking Duolingo English Test dari daftar di atas.
- Rekam setiap respons. Dengarkan kembali dan tulis 3 hal yang akan kamu perbaiki esok hari.
Hari 3 — Penyempurnaan Read, Then Speak (45 menit)
- Ulangi 4 soal berbeda, terapkan perbaikan kemarin.
- Hitung waktu dengan ketat. Berhenti tepat di 90 detik bahkan di tengah kalimat.
Hari 4 — Dasar-dasar Speaking Sample (45 menit)
- Latihan 3 prompt Speaking Sample dengan struktur Hook → Body → Conclusion.
- Rekam dengan video, bukan hanya audio. Tonton penyampaianmu sendiri.
Hari 5 — Perluasan kosakata (45 menit)
- Tinjau rekamanmu dari hari ke-2 sampai ke-4. Catat setiap kali kamu menggunakan "very," "good," "nice," "important," "many."
- Bangun daftar 20 pengganti yang lebih kuat (remarkable, substantial, considerable, profoundly, a wide range of). Terapkan besok.
- Panduan kami tentang membangun kosakata bahasa Inggris melalui percakapan punya lebih banyak tips.
Hari 6 — Pengenalan Interactive Speaking (45 menit)
- Baca bagian Kerangka 35 Detik di atas tiga kali.
- Latihan 2 set penuh (total 12 pertanyaan) dari set Interactive Speaking di atas.
- Gunakan alat yang menanyakan pertanyaan secara lisan — ini bisa berupa tutor suara Practice Me, atau bahkan teman yang membacakan prompt untukmu, lalu memulai timer 35 detik.
Hari 7 — Mock test mini + tinjauan (45 menit)
- Lakukan 1 Read, Then Speak + 1 Speaking Sample + 1 set Interactive Speaking penuh, semua dalam satu sesi, tanpa istirahat.
- Nilai dirimu sendiri berdasarkan enam kriteria yang dibahas sebelumnya di panduan ini.
Minggu 2: Simulasi tekanan dan penyempurnaan
Hari 8 — Penyetelan pelafalan (45 menit)
- Pilih 3 bunyi yang sulit bagimu (untuk sebagian besar penutur non-native — TH, R/L, V/W, vokal). Latih secara terisolasi, lalu di kata-kata yang kamu gunakan di rekaman minggu lalu.
- Latihan pelafalan untuk pemula kami membahas bunyi-bunyi dengan dampak tertinggi.
Hari 9 — Interactive Speaking di bawah tekanan (45 menit)
- Lakukan 3 set penuh secara berurutan tanpa jeda. Ini membangun refleks berpindah antar topik.
- Minta partner atau alat AI untuk menanyakan pertanyaan secara lisan agar kamu mendengarkan, bukan membaca.
Hari 10 — Speaking Sample untuk video (45 menit)
- Atur pencahayaan dan sudut kamera yang sama dengan yang akan kamu gunakan di hari ujian.
- Rekam 3 jawaban Speaking Sample. Tonton seakan kamu adalah petugas admisi.
- Sesuaikan postur, senyum, dan kontak mata sesuai kebutuhan.
Hari 11 — Simulasi penuh Read, Then Speak (45 menit)
- Hitung waktu secara tepat: 20 detik persiapan, lalu tepat 90 detik bicara.
- Lakukan 5 soal berturut-turut. Jangan berhenti di antaranya.
- Tinjau sub-prompt mana yang lupa kamu jawab.
Hari 12 — Mock test penuh (60–75 menit)
- Ikuti tes latihan Duolingo penuh tanpa interupsi. Perlakukan seperti ujian sungguhan.
- Bandingkan subskormu dengan Hari 1. Subskor Speaking seharusnya sudah meningkat.
Hari 13 — Latihan kelemahan terarah (45 menit)
- Apapun yang ditampilkan oleh mock test (kelancaran, keragaman kosakata, cakupan sub-prompt) — fokus pada satu hal itu.
- Jika kelancaran masalahnya, lakukan sesi latihan shadowing: dengarkan penutur fasih dan tirukan kalimat demi kalimat.
Hari 14 — Tinjauan ringan dan istirahat (30 menit)
- Baca ulang panduan ini dengan cepat. Skim pengingat kerangka.
- Lakukan satu set Interactive Speaking saja untuk menjaga otot tetap hangat.
- Tidur lebih awal. DET menuntut fokus, bukan kebut-kebutan menit terakhir.
Kesalahan Umum yang Bisa Menjatuhkan Skor Speaking DET Kamu
Dari ketiga tipe soal, ada beberapa kesalahan yang berulang kali muncul di respons berskor rendah pada soal speaking Duolingo English Test. Hindari semua ini dan kamu akan langsung naik ke kisaran 110+.
Menghafalkan jawaban skrip. AI DET membandingkan responsmu dengan database pembukaan template yang umum. Jika "pendahuluan" kamu terdengar persis sama dengan 1.000 peserta tes lainnya, kamu bisa ditandai karena konten di luar topik.
Berbicara terlalu cepat untuk memuat lebih banyak. Kelancaran bukan kecepatan — itu adalah tempo natural. Terburu-buru menghasilkan kesalahan pelafalan dan membuatmu terdengar gugup.
Berhenti terlalu cepat. Ini adalah kesalahan paling bisa dicegah. Jika kamu berhenti di detik 50 padahal tersedia 90, skor fluency-mu otomatis lebih rendah karena kamu tidak menunjukkan kemampuan berbicara berkelanjutan. Jika kehabisan ide, terus kembangkan ide terakhir dengan lebih banyak detail.
Mengabaikan sub-prompt. Lihat layar. Jika ada empat pertanyaan di prompt, jawab keempatnya — meski sebentar saja.
Membaca dari catatan di luar kamera. DET menggunakan eye-tracking. Pandangan ke bawah berulang kali akan menandaimu menggunakan materi luar.
Mengomel atau berbicara terlalu pelan. Mikrofon butuh sinyal yang jelas. Bicara seolah menjelaskan sesuatu kepada teman di seberang meja.
Kosakata yang sama berulang. Menggunakan "very" delapan kali dalam 90 detik akan membatasi skor lexis-mu. Begitu pula mengatakan "I think" sebelum setiap kalimat.
Filler word berlebihan. Beberapa "um" atau "well" yang natural baik-baik saja dan bahkan membantu — itulah cara native speaker berpikir. Tapi jika setiap kalimat dimulai dengan "uh," skor fluency-mu akan turun.
Memperlakukan Speaking Sample sebagai sampingan. Universitas menontonnya. Beberapa program menggunakannya untuk membedakan pelamar di garis batas.
Tidak beradaptasi dengan pivot topik di Interactive Speaking. Jika AI berpindah dari "hobbies" ke "transportation" dan kamu masih membahas hobimu, kamu sudah keluar topik.
Jika kecemasan membuat hal-hal ini lebih sulit untukmu, panduan kami tentang mengatasi rasa takut berbicara bahasa Inggris membahas teknik de-eskalasi praktis yang digunakan sebelum momen bahasa Inggris bertekanan tinggi.
Speaking DET vs IELTS, TOEFL, PTE: Apa Perbedaannya
Jika kamu sedang memilih di antara tes kemampuan bahasa Inggris, desain bagian Speaking jauh lebih bervariasi dari yang kamu kira.

| Tes | Format | Durasi | Penguji | Fitur Khas |
|---|---|---|---|---|
| Speaking DET | Tugas dievaluasi AI tersebar dalam tes 60 menit | Total ~10 menit speaking | Hanya AI | Termasuk percakapan Interactive Speaking baru |
| Speaking IELTS | Wawancara langsung 3-bagian | 11–14 menit | Penguji manusia terlatih | Format paling natural seperti percakapan |
| Speaking TOEFL | 4 tugas direkam (independen + terintegrasi) | ~17 menit | AI + penilai manusia | Mengintegrasikan listening/reading dengan speaking |
| Speaking PTE | Tugas direkam terintegrasi dengan keterampilan lain | ~30–35 menit | Hanya AI | Speaking dan writing dinilai bersama |
Interactive Speaking di DET adalah yang paling dekat dengan gaya speaking terintegrasi TOEFL, tapi dengan kejutan tambahan berupa ketidakpastian percakapan. Jika kamu sedang mempersiapkan beberapa tes, keterampilan speaking sangat tumpang tindih — latihan untuk satu tes biasanya membantu yang lain.
Panduan khusus kami membahas masing-masing: latihan speaking TOEFL, latihan speaking IELTS, dan latihan speaking PTE. Untuk pekerjaan kelancaran yang lebih luas, 50+ topik latihan percakapan bahasa Inggris memberimu materi lintas-tes untuk dipelajari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak soal speaking di Duolingo English Test?
Kamu biasanya akan menemukan satu soal Read, Then Speak, satu soal Speak About the Photo, satu set Interactive Speaking (6–8 pertanyaan dalam 2 topik), dan satu soal Speaking Sample. Itu kira-kira 10–11 giliran speaking terpisah secara total, menambah sekitar 10 menit waktu bicara aktual yang tersebar di sepanjang ujian 60 menit.
Berapa panjang jawaban saya untuk setiap soal speaking Duolingo English Test?
Targetkan batas atas setiap timer. Untuk Read, Then Speak, targetkan 90 detik penuh. Untuk Speaking Sample, targetkan 90+ detik (maksimumnya 180). Untuk Interactive Speaking, gunakan 35 detik penuh per pertanyaan. Berhenti lebih awal akan membatasi skor fluency-mu meskipun bahasa Inggrismu sebenarnya kuat.
Bisakah saya mengulang soal speaking Duolingo jika saya melakukan kesalahan?
Tidak. Setiap respons speaking hanya mendapat satu kesempatan rekam. Tidak ada tombol pause, tidak ada pemutaran ulang, dan tidak ada kesempatan kedua. Inilah mengapa latihan dengan rekaman sekali jadi adalah persiapan yang paling berguna — ini membangun refleks pulih di tengah jawaban daripada memulai ulang.
Apakah aksen saya mempengaruhi skor speaking Duolingo English Test saya?
Tidak secara langsung. Kriteria pelafalan DET mengukur kejelasan (intelligibility), bukan kemiripan dengan native. Aksen India, Spanyol, Tionghoa, atau Brasil yang jelas akan mendapat skor sebaik aksen native selama AI bisa memahami bunyi individual, tekanan kata, dan intonasi. Yang menurunkan skormu adalah pelafalan fonem tertentu yang tidak jelas atau pola tekanan kata yang tidak biasa.
Bisakah saya mempersiapkan topik Interactive Speaking di awal?
Kamu bisa mempersiapkan bank ide dan kerangka 35 detik, tapi kamu tidak bisa menghafalkan jawaban. Topiknya diambil dari kumpulan luas — hobi, transportasi, pendidikan, lingkungan, pekerjaan, teknologi, makanan, isu sosial — dan pertanyaan spesifiknya berbeda setiap kali. Persiapan paling andal adalah latihan percakapan real-time secara teratur, yang membangun refleks menghasilkan jawaban secara spontan.
Berapa subskor Speaking DET yang dianggap baik?
Skor DET keseluruhan rata-rata sekitar 110. Khusus untuk Speaking, 115 cukup solid untuk sebagian besar program S1, 125 kompetitif untuk admisi S2, dan 135+ menempatkanmu di kisaran yang diharapkan kampus top. Targetkan lebih tinggi dari target keseluruhanmu — banyak program melihat subskor terendah sebagai ambang batas minimum.
Haruskah saya menggunakan kosakata tingkat lanjut atau tetap pada kata yang saya kuasai?
Gunakan campuran. Kriteria lexis DET memberi nilai untuk sophistication (menggunakan kata yang tepat dan sesuai topik) dan diversity (menghindari pengulangan). Jangan memaksakan istilah "esoteris" yang tidak akan kamu pakai secara natural — ini sering meleset. Targetkan satu atau dua kata yang ditingkatkan per respons: substantial daripada big, prioritize daripada put first, demonstrate daripada show.
Apa yang harus saya lakukan jika saya membeku dan tidak bisa memikirkan jawaban?
Gunakan frasa pengulur waktu yang terdengar natural: "That's an interesting question, let me think for a moment..." atau "Hmm, well, in my experience..." Ini memberimu 3–5 detik tanpa meninggalkan keheningan. Lalu komit ke jawaban apa pun — bahkan respons parsial atau tidak sempurna mendapat skor lebih tinggi daripada tidak ada respons. AI memberi nilai untuk bicara berkelanjutan.
Seberapa cepat saya harus mulai berbicara setelah timer persiapan berakhir?
Dalam 1–2 detik. Penundaan panjang di awal rekaman mengurangi waktu bicaramu dan menandakan keraguan kepada AI. Siapkan kalimat pembukamu sebelum timer berakhir. Untuk Interactive Speaking, mulai responsmu segera setelah lampu rekaman menyala.
Apakah boleh ada pendahuluan dan kesimpulan di jawaban saya?
Ya — untuk Read, Then Speak dan Speaking Sample, pendahuluan singkat (10–15 detik) dan kesimpulan (10–15 detik) sebenarnya membantu skor discourse coherence-mu. Untuk jawaban 35 detik di Interactive Speaking, jaga keduanya tetap sangat singkat: pembuka 3 detik seperti "Yeah, well..." dan penutup 3 detik seperti "...so that's the main thing for me." Bagian tengah dari respons mana pun adalah tempat sebagian besar kontenmu seharusnya berada.
Bangun Keterampilan Speaking DET Lewat Percakapan AI Sungguhan
Jika kamu mengambil satu hal dari panduan tentang soal speaking Duolingo English Test ini, ini dia: format Interactive Speaking bukan tes mendengar pasif atau pidato hafalan — ini adalah percakapan nyata dengan AI yang menanyakan pertanyaan lanjutan dan berpindah topik. Satu-satunya cara untuk benar-benar bersiap adalah melatih modalitas yang persis sama itu.
Practice Me dibangun untuk ini. Tutor AI kami melakukan percakapan suara real-time denganmu dalam bahasa Inggris American atau British, menanyakan pertanyaan lanjutan, mengubah subjek di tengah percakapan, dan menyesuaikan dengan levelmu. Tidak ada penjadwalan, tidak ada penghakiman, dan tidak ada batas waktu seberapa sering kamu bisa berlatih — yang persis adalah jenis pengulangan yang DET hargai.
Sesi 15 menit harian selama rencana persiapan dua minggu di atas, dipasangkan dengan latihan terjadwal dari panduan ini, sudah cukup untuk memindahkan sebagian besar peserta tes dari subskor Speaking level 105 ke 120+. Apakah tujuanmu admisi S1, program S2, atau membuktikan kemampuan bahasa Inggris untuk pekerjaan, keterampilan speaking-nya transfer langsung. Kamu juga bisa menjelajahi cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris — berguna untuk pembuka Interactive Speaking maupun Speaking Sample.
Jika kamu akan tes dalam dua minggu ke depan, mulai berlatih malam ini. Pilih satu soal Read, Then Speak dan satu set Interactive Speaking dari panduan ini, tekan rekam, dan jangan berhenti sampai timer berakhir. Rekaman tunggal itu akan memberitahumu lebih banyak tentang posisimu sebenarnya daripada estimasi tes latihan apa pun.